Sejarah singkat penemuan sel



1.      Sejarah singkat
Jika kita menelti suatu organisme yang agak besar, misalnya diri kita sendiri, dengan mudah kita dapat mengenali sejumlah bagian-bagiannya. Dibagian luar kita dapatkan mata, lengan, dan rambut; di bagian dalam gigi dan lidah. Dengan sedikit disseksi, ( latin: dis= tercerai, apart, + secara= memotong) atau penguraian, kita dapatkan jantung, hati, lambung dan lain-lainnya. Jika cara ini kita teruskan, kita mendapatkan bagian-bagian yang makin lama semakin kecil. Dalam abad ke-16, penyelidikan mengenai struktur tubuh manusia melalui penguraian, yaitu penyelidikan yang kita namakan antomi manusia, telah mencapai batas penelitian makroskopik. Pada tahun 1543, Andreas Vesalius (ahli anatomi bangsa Vlaam, 1514-1564), menerbitkan karyanya yang sangat penting, yaitu De humani corporis fabrica (perihal struktur tubuh manusia). Pada waktu itu banyak orang beranggapan bahwa studi anatomi manuasia sudah berakhir dengan terbitnya karya Vesalius ini.
2.      Penemu sel
Sekarang ternyata, bahwa pekerjaan Vesalius baru merupakan permulaan penelitian ilmiah mengenai struktur tubuh manusia, dan bukan akhir. Sebab pada abd berikutnya mikroskopik dikembangkan.
Pada abad ke-17 yang penuh perubahan, Van leeuwenhoek bukan satu-satunya penyelidik yang menggunakan mikrosko, tetapi lensa-lensa yang dibuat oleh Van leeuwenhoek memang yang terbaik. Kira-kira 15 tahun sebelum surat pertama Van leeuwenhoek kepada Royal Soiety of london, seorang Itali Marcello Malpighi (ahli anatomi Itali 1628-1694) telah melihat pembuluh-pembuluh darah yang kecil dan berdinding tipis. Yang kelak dinamakan pembuluh kapiler, kemudian pada tahun 1665 Robert Hooke (ahli fisika dan matematika Inggris, 1635-1703), sekretaris Royal Society of London, menemukan bentuk-bentuk mikroskopik dalam gabus ( kulit pohon quercus suber dari daerah lautan tengah) dan dalam batang bermacam-macam tumbuhan. Dalam gabus ia melihat barisan-barisan rapih yang terdiri dari konpartemen-konpartemen berdinding tebal yang mengingatkan pada sarang lebah. Oleh karena itu, konpartemen-konpartemen ini disebut “sel” .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

laporan praktikum pewarnaan gram

Peran Teknologi Hasil Pertanian dalam Agroindustri, Iptek, dan pembangunan Nasional

laporan pengenceran bertingkat dan penanaman mikroba