sterilisasi dan pembuatan medium
PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI DASAR
STERILISASI DAN PEMBUATAN MEDIUM
Nama : NOVITA SARI
NIM : J1A116020
Kelompok : IV ( empat )
Shift : I ( satu )
Asisten : 1. Ika Gusriani, S.TP ., MP
2. Haryati, S. Si
Nilai Laporan
|
Tanggal Terima Laporan dan
Paraf Asisten
|
JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2017
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar
Belakang.
Penggunaan prosedur fisik atau kimia untuk
menghancurkan semua kehidupan mikroba, termasuk endospora bakteri yang sangat
tahan hidup meskipun pada suhu ekstrem. Bakteri spora yang paling tahan dari
semua organisme hidup karena mikroba memiliki kemampuan untuk menahan agen perusaknya.
Karena kemampuan mikroba tersebut sehingga harus dilakukan sterilisasi untuk
menghancurkan atau membunuh mikroba tersebut. Sterilisasi adalah proses pemusnahan semua sel hidup dari suatu objek
termasuk, virus, spora, viroid dan prion.
Beberapa prinsip sterilisasi eksis menurut agen mematikan yang digunakan.
Tahapan penting yang mutlak harus
dilakukan selama bekerja di ruang praktikum mikrobiologi adalah sterilisasi.
Bahan atau peralatan yang digunakan harus dalam keadaan steril. Sterilisasi
adalah proses penghilangan semua jenis organisme hidup, dalam hal ini adalah
mikroorganisme yang terdapat dalam suatu benda. Proses ini melibatkan
aplikasi biocidal agent atau proses fisik dengan
tujuan untuk membunuh atau menghilangkan mikroorganisme. Setiap proses baik
fisika, kimia dan mekanik yang membunuh semua bentuk kehidupan terutama mikroorganisme
disebut sterilisasi. Adanya pertumbuhan mikroorganisme menunjukkan bahwa
pertumbuhan bakteri masih berlangsung dan tidak sempurnanya sterilisasi.
Dalam pembuatan NA (Nutrient Agar) juga diperlukan teknik sterilisasi untuk
menghindari kontaminasi terhadap bakteri yang akan ditumbuhkan. Nutrient agar
adalah medium yang diklasifikasikan sebagai medium sintetik terstruktur karena
tersusun oleh komponen yang pasti jenis dan kuantitasnya. Medium Nutrient agar merupakan medium umum yang
dapat digunakan untuk mengkultivasi berbagai jenis bakteri. Formulasi Nutrient Agar terdiri dari daging sapi ekstrak, peptone dan agar.
Formula ini tergolong relatif simpel untuk menyediakan nutrisi-nutrisi yang
dibutuhkan oleh sejumlah besar mikroorganisme yang tidak terlalu fastidious.
Fungsi utama dari medium NA adalah sebagai medium
kultivasi dan enumerasi bakteri. Namun, dengan tambahan beberapa bahan seperti
amilum (pati), serum, dan darah, medium nutrient
agar juga dapat digunakan sebagai medium pengayaan dan selektif bagi mikroorganisme
tertentu serta bermanfaat dalam uji serologi dan biokimia untuk
mengidentifikasi bakteri.Dalam medium NA terkandung pepton, yeast dan beef
extract yang berfungsi sebagai sumber nitrogen dan sumber karbon, sumber
vitamin dan beberapa senyawa lain untuk menyokong pertumbuhan bakteri. Pada
medium ini terkadang juga ditambah dengan garam (NaCl) untuk menyeimbangkan
tekanan osmotik sel bakteri dan medium, agar bakteri yang akan ditumbuhkan
tidak mati.
1.2. Maksud dan Tujuan.
1. Mengenal persiapan dan pengerjaan
teknik sterilisasi alat, bahan dan area kerja untuk pengerjaan mikrobiologi
secara aseptis.
2. Mengetahui prosedur pembuatan medium
tumbuh bakteri.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Sterilisasi.
Sterilisasi
adalah suatu proses untuk membunuh semua jasad renik yang ada, sehingga jika
ditumbuhkan di dalam suatu medium tidak ada lagi jasad renik yang dapat
berkembangbiak. Sterilisasi harus dapat membunuh jasad renik yang paling tahan
panas yaitu spora bakteri (Fardiaz, 1992).
Sterilisasi yaitu proses atau kegiatan
membebaskan suatu bahan atau benda dari semua bentuk kehidupan. Pada prinsipnya
sterilisasi dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu secara mekanik, fisik dan
kimiawi. Sterilisai secara mekanik (filtrasi) menggunakan suatu saringan yang
berpori sangat kecil (0,22 mikron atau 0,45 mikrob) sehingga mikroba tertahan
pada saringan tersebut. Proses ini ditujukan untuk sterilisasi bahan yang peka
panas, misalnya larutan enzim dan antibiotik. Sterilisasi secara fisik
dilakukan dengan cara pemanasan atau penyinaran. Pemanasan dapat dilakukan
dengan cara pemijaran, pemanasan kering, menggunakan uap air panas, dan
menggunakan uap air panas bertekanan (Agalloco, 2008).
Menurut
(Lay,1982), sterilisasi ada 2 jenis yaitu :
1. Sterilisasi dengan cara fisik
a. Pemanasan
Air dan uap
adalah media panas yang baik. Dalam waktu relatif singkat, alat yang akan
disterilkan akan mencapai suhu yang diinginkan. Udara adalah penyalur panas
yang kurang baik. Oleh karena itu, untuk mecapai suhu yang diinginkan akan
membutuhkan waktu yang cukup lama.
b. Panas
kering
Cara ini
untuk membunuh mikroba hanya memakai udara panas kering yang tinggi.
Sterilisasi panas kering dibedakan atas:
c. Panas
membara
Dengan jalan menaruh benda yang akan di
sterilkan dalam nyala api bunsen sampai merah membara. Alat yang disterilkan
yaitu sengkelit, jarum, ujung pinset dan ujung gunting.
d. Melidah –
apikan
Dengan melewatkan benda dalam api bunsen,
namun tidak sampai menyala terbakar. Alat yang disterilkan yaitu scalpel, kaca
benda, mulut tabung dan mulut botol.
e. Udara kering
Oven
merupakan ciri umum yang dimaksud. Alat ini terbuat dari kotak logam, udara
yang terdapat di dalamnya mendapat udara panas melalui panas dari nyala
listrik. Alat yang disterilkan yaitu tabung reaksi, cawan petri, pipet, scalpel
dari logam, gunting dan botol. Pemanasan satu jam dengan temperatur 160 derajat
celcius dianggap cukup.
2. Panas
Basah
Yang
dimaksud panas basah adalah pemansan menggunakan air atau uap air. Uap air
adalah media penyalur panas yang terbaik dan terkuat daya penetrasinya. Panas
basah mematikan mikroba. Oleh karena koagulasi dan denaturasi enzim dan protein
protoplasma mikroba. Untuk mematikan spora diperlukan panas basah selama 15
menit pada suhu 121 o C. Sterilisasi panas basah dapat dibedakan atas tiga
golongan yaitu :
·
Panas basah <100 derajat Celcius (Pasteurisasi)
Pasteurisasi
yaitu pemanasan pada suhu 60 o C selama 30 menit. Pasteurisasi tidak dapat
membunuh spora atau dipanaskan pada suhu 71,6 – 80 o C selama 15 – 30 detik
kemudian cepat – cepat didinginkan.
·
Panas basah pada suhu 100 derajat celcius
Di sini menggunakan air mendidih (suhu 100
derajat celcius) selama 10 menit. Untuk mematikan bentuk spora dilakukan
pemansan 3 hari berturut – turut selama 15 – 45 menit sehingga spora yang tidak
mati pada pemanasan pertama akan berubah menjadi bentuk vegetatif pada hari
kedua seteleh inkubasi pada shu 37 derajat celcius begitu pula spora yang tidak
mati pada hari kedua, akan berubah menjadi bentuk vegetatif pada hari ketiga.
·
Panas basah >100 derajat celcius
Sterilisasi
dengan cara ini hasilnya mutlak steril, sehingga biasa dipergunakan di rumah
sakit dan laboratorium besar. Cara ini menggunakan tangki yang diisi dengan uap
air yang disebut autoclave. Alat yang disterilkan adalah alat dari kaca, kain
kasa, media pembenihan, cairan injeksi, dan bahan makanan.
3. Filtrasi
/ Penyaringan
Penyaringan dilakukan dengan mengalirka
larutan melalui suatu alat penyaringan yang memiliki pori–pori cukup kecil.
Untuk menahan mikroorganisme dengan ukuran tertentu. Saringan yang umum
digunakan tidak dapat menyaring virus. Penyaringan dilakukan dengan untuk
mensterilkan cairan yang tidak tahan terhadap pemanasan dengan suhu tinggi
seperti : serum, larutan yang mengandung enzim, toksin kuman, ekstrak sel,
antibiotik dan asam amino.
4. Radiasi /
Penyinaran
Mikroorganisme dapat dibunuh dengan penyinaran
yang memakai sinar ultrraviolet yang panjang gelombangnya antara 220 – 290 nm.
Radiasi paling efektif adalah 253,7 nm. Sinar matahari langsung mengandung
sinar ultraviolet 290 nm, sehingga sinar matahari adalah sinar yang bersifat
bakterida yang baik.
Menurut
(Lay,1982), Zat kimia yang dapat digunakan untuk sterilisasi dapat berwujud :
a. Gas :
Ozon, formaldehyde, ethylene oxide gas.
b. Larutan :
deterjen, yodium, alcohol, peroksida fenol, formalin, AgNO3 dan merkuroklorid.
Autoklaf
adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan yang digunakan
dalam mikrobiologi menggunakan uap air panas bertekanan. Tekanan yang digunakan
pada umumnya 15 Psi atau sekitar 2 atm dan dengan suhu 121o C (250o F). Jadi
tekanan yang bekerja ke seluruh permukaan benda adalah 15 pon tiap inchi2 (15
Psi = 15 pounds per square inch). Lama sterilisasi yang dilakukan biasanya 15
menit untuk 121o C. Autoclave yaitu alat serupa tangki minyak yang terdapat
diisi dengan uap. Medium yang disterilkan ditempatkan didalam autoclave ini
selama 15 sampai 20 menit, hal ini tergantung pada banyak sedikitnya yang
diperlukan untuk sterilisasi. Medium yang akan disterilkan itu lebih baik
ditempatkan dalam beberapa botol agak kecil dari pada dikumpul dalam satu botol
yang besar (Black Sweet Ranger, 2008).
Pada saat
melakukan sterilisasi, kita sebenarnya memaparkan uap jenuh pada tekanan
tertentu selama waktu dan suhu tertentu pada suatu objek, sehingga terjadi
pelepasan energi laten uap yang mengakibatkan pembunuhan mikroorganisme secara
inversibel akibat denaturasi atau koagulasi protein sel (Hadioetomo, 1993).
2.2 Pembuatan
Media.
Mikroorganisme
sebagai makhluk hidup sama dengan organisme hidup lainnya, sangat membutuhkan
energi dan bahan-bahan untuk membangun pertumbuhannya, seperti dalam sintesa
protoplasma dan bagian-bagisn sel yang lainnya. Bahan-bahan tersebut disebut
nutrien. Untuk memanfaatkan bahan-bahan tersebut, maka sel memerlukan sejumlah
kegiatan, sehingga menyebabkan perubahan kimia di dalam selnya. Semua reaksi
yang terarah yang berlangsung di dalam sel ini disebut metabolisme. Metabolisme
yang melibatkan berbagai macam reaksi di dalam sel tersebut, hanya dapat
berlangsung atas bantuan dari suatu senyawa organik yang disebut katalisator
organik atau biasa disebut biokatalisator yang dinamakan enzim. Untuk dapat
memahami tentang nutrisi dan metabolisme ini, pengetahuan dasar biokimia angat
dibutuhkan (Natsir dan Sartini, 2006).
Media
pertumbuhan mikroorganisme adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran
zat-zat makanan (nutrisi) yang diperlukan mikroorganisme untuk pertumbuhannya.
Mikroorganisme memanfaatkan nutrisi media berupa molekul-molekul kecil yang
dirakit untuk menyusun komponen sel. Dengan media pertumbuhan maka dapat
dilakukan isolat mikroorganisme menjadi kultur murni dan juga memanipulasi
komposisi media pertumbuhannya (Hidayat dkk: 2006).
Menurut Anna
Rakhmawati (2013), Persyaratan yang harus dipenuhi
dalam penyiapan medium supaya mikroorganisme dapat tumbuh baik adalah:
1.
Mengandung semua nutrisi yang mudah digunakan oleh
mikroba.
2. Mempunyai
tekanan osmose, tegangan permukaan, dan pH yang sesuai.
3. Tidak
mengandung zat-zat penghambat.
4. Steril.
BAB III
METODOLOGI
3.1. WAKTU DAN TEMPAT
Waktu:
Rabu, 05 April 2017 pukul 15:00
Tempat: Laboratorium Biologi.
3.2. BAHAN DAN ALAT
Adapun
alat dan bahan yang diperlukan selama proses praktikum sterilisasi dan pembutan
medium ini, dengan peralatan yang diperlukan antara lain:
1. 12
Erlenmeyer 250 ml, 10 erlenmeyer 500 ml.
2. 3
Batang pengaduk.
3. 40
Tabung reaksi.
4. 3
Rak tabung reaksi.
5. 50
Cawan petri.
6. Autoklaf.
7. Oven.
8. Pemanas
listrik/hot plate stirrer.
9. 3
Pipet volumetrik.
10. Bunsen.
11. Botol
semprot alkohol.
Sedangkan
bahan yang diperlukan antara lain:
1. NA
( Nutrient Agar ).
2. Akuades.
3. Kapas.
4. Aluminium
foil.
5. Plastik
wrap.
6. Kertas
pembungkus.
7. Tissue.
8. Kertas
label.
9. Alkohol
70 %
10. Spritus.
3.3. SKEMA KERJA
3.3.1. Pembuatan Medium NA
Cara
kerja:
1. Timbanglah
media NA sesuai prosedur dikemasan. (catatan: buatlah 250 ml media NA untuk
setiap shift praktikum). Penimbangan media dilakukan secara teliti dan cepat,
kemudian serbuk media dimasukkan secara hati-hati ke dalam erlenmeyer.
2. Tambahkan
akuades dan aduk sampai merata dengan batang pengaduk.
3. Panaskan
dengan hari-hati menggunakan penangas/elemen pemanas sampai media tercampur
homogen (ditunjukkan dengan warna kuninng jernih). Perhatian : sewaktu
pemanasan jangan sampai terbentuk buih berlebih sampai meluap!.
4. Sterilkan
media dalam erlenmeyertersebut dengan menggunakan autoklaf:
1. Buka
tutup autoklaf.
2. Masukkan
air kedalam autoklaf hingga penanda batas air.
3. Tempatkan
bahan/medium ke dalam autoklaf, susun rapi.
4. Tutup
autoklaf, putar kunci dengan kencang.
5. Nyalakan
autoklaf dan tunggu hingga suhu mencapai 121 derajat celcius dan tekanan
sebesar 2 atm (kondisi sterilisasi). Jangan lupa menutup katup autoklaf.
6. Mulai
sterilisasi selama 15 menit.
7. Setelah
selesai matikan autoklaf.
8. Tunggu
hingga tekanan turun 0 atm (suhu agak dingin).
9. Buka
secara hati-hati penutup autoklaf.
10. Keluarkan
alat dan medium dari dalam autoklaf.
5. Medium
yang telah siap dan tidak akan segera digunakan, sebaiknya disimpan di dalam
lemari/ruang pendingin dengan suhu 10 derajat celcius untuk mencegah terjadinya
kontaminasi.
3.3.2. Sterilisasi Alat
Cara
kerja:
1. Bungkus
rapi alat-alat gelas yang akan disterilkan dengan kertas pembungkus/aluminium
foil.
2. Sterilisasi
dengan oven:
1. Buka
pintu oven.
2. Tempatkan
alat ke dalam oven dengan susunan rapi.
3. Tutup
pintu oven.
4. Setting
suhu oven: 60-180 derajat celcius selama 1-3 jam.
5. Mulai
sterilisasi.
6. Setelah
selesai, matikan oven.
7. Tunggu
beberapa saat sehingga suhu turun.
8. Keluarkan
alat dari oven.
3.3.3 Sterilisasi Area Kerja.
Cara
kerja:
1. Bersihkan
meja dari alat/bahan yang ada di atasnya.
2. Usap
bersih dengan menggunakan tissue.
3. Semprot
merata dengan alkohol 70 %.
4. Ratakan
dengan tissue bersih.
5. Tunggu
hingga kering.
6. Nyalakan
bunsen.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Data Pengamatan.
Berikut
ini adalah tabel data pengamatan praktikum sterilisasi dan pembuatan medium NA:
4.1.1. Data
pengamatan pembuatan media NA 10 gr dengan akuades 500 ml
No
|
Hasil
Pengamatan
|
Keterangan
|
1.
|
Media
NA sebelum dipanaskan di hot plate.
|
Warna
media NA cair kuning keruh (kecoklatan).
|
2.
|
Media
NA sesudah dipanaskan di hot plate.
|
Warna
media NA cair kuning bening.
|
4.2 Analisa Hasil.
Pada
praktikum sterilisasi dan pembutan medium NA didapatkan analisa hasilnya
sebagai berikut:
1. Analisa
Hasil Pembuatan media NA.
Dalam
pembuatan medium pertumbuhan bakteri digunakan 10 gram NA serbuk, dengan
penambahan 500 ml akuades. Serbuk NA yang dilarutkan tersebut sebelum dilakukan
pemanasan pada hot plate memiliki warna kuning keruh (kecoklatan). Selanjutnya
medium cair yang sudah dibuat akan dilakukan pemanasan menggunakan hot plate.
Tanda bahwa medium cair sudah mencapai tahap pemanasan adalah warnanya kuning
bening. Ini sesuai dengan praktikum yang dilaksanakan yaitu setelah dilakukan
pemanasan pada hot plate dengan putaran 7 dan suhu 50 derajat celcius medium
cair NA berubah warna menjadi kuning bening. Warna kuning keruh
sebelum pemanasan, ini berarti larutan masih belum steril. Lalu larutan NA
dipanaskan menggunakan hot plate. Pemanasan dilakukan sambil diaduk menggunakan
magnetik stirrer yang bertujuan agar Nutrien Agar larut sempurna dan
menghasilkan larutan berwarna kuning yang jerni
4.3 Pembahasan.
Dalam
praktikum dengan judul sterilisasi dan pembuatan medium NA. Praktikum tentang
sterilisasi belum dilakukan, sehingga disini akan dibahas tentang pembuatan medium
NA.
Dalam
pembuatan medium NA dilakukan dengan cara melarutkan 10 gr NA dengan 500 ml
akuades. Sebelum dilakukan pemanasan warna cairan medium NA kuning keruh. Lalu
dipanaskan dengan menggunakan hot plate dan didalam larutan NA cair tersebut
dimasukkan stirer yang berfungsi sebagai pengaduk larutan agar larutan tersebut
homogen. Hot plate yang digunakan untuk memanaskan media NA diatur putarannya
dan suhunya. Jumlah putarannya 7 dengan suhu 50 derajat celcius diikuti oleh pengadukan dengan menggunakan magnetik stirrer. Tujuan dari
pemanasan dan pengadukan ini adalah untuk mempercepat homogenisasi NA dengan
akuadest, dimana dengan pemanasan dapat mempercepat pelarutan dari NA dengan
akuades. Setelah dipanaskan sampai kira-kira larutan menjadi bening kekuning-kuningan
sebagai tanda larutan telah homogen.
Medium
cair NA dalam erlenmeyer yang sudah dipanaskan selanjutnya, dimasukkan kedalam
erlenmeyer 250 ml dengan isi medium cair NA masing-masing 125 ml. Erlenmeyer
yang sudah berisi medium NA cair ditutup menggunakan kapas dan dilapisi
menggunakan kertas aluminium foil serta diberi label nama sesuai kelompok dan
shift praktikum. Tujuan dari penutupan ini
dimaksudkan agar meminimalkan kontaminasi. Setelah selesai semua, erlenmeyer
ditutupi dengan plastik wrap dan erlenmeyer yang berisi medium NA cair tersebut
dimasukkan ke dalam lemari pendingin untuk disimpan agar tidak terkontaminasi.
Tujuan
untuk pembuatan medium NA itu sendiri adalah untuk menumbuhkan bakteri yang akan
ditumbuhkan pada praktikum selanjutnya.
BAB V
PENUTUP
5.1. KESIMPULAN
Dalam
praktikum ini dapat disimpulkan beberapa hal yaitu:
1. Pembuatan
medium NA dilakukan dengan melarutkan 10 gr NA dengan 500 ml akuades.
2. Warna
NA cair sebelum dipanaskan kuning keruh.
3. Warna
NA cair sesudah dipanaskan kuning jernih.
5.2. SARAN
Dalam
melakukan praktikum harus dengan teliti dan dilakukan dengan steril untuk
menghindari kontaminasi pada medium. Dalam melakukan praktikum listrik yang
digunakan harus memadai sehingga tidak mengganggu praktikum yang sedang
berlangsung karena harus memanaskan medium cair dari hot plate ke kompor.
DAFTAR PUSTAKA
Anna
Rakhmawati. 2012. Penyiapan media mikroorganisme. http://staffnew.uny.ac.id/upload/132296143/pengabdian/ppm-2012-bahan-segar.pdf. Diakses
pada 10 april 2017 pukul 13:32
Black Sweet Heart. 2008. Pengenalan alat (http:/wordpress.com/Pengenalan- alat/ Blacksweetranger’s/Blog.html).
Diakses pada tanggal 25 Maret 2017
Fardiaz, Srikandi. 1992. Mikrobiologi Pangan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan PAU Pangan dan Gizi. Institut
Pertanian Bogor.
Hadioetomo,
Ratna Siri. 1993. Mikrobiologi Dasar
Dalam Praktek. PT.Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Hidayat, Nur dkk. 2006. Mikrobiologi Industri.
Yogyakarta: Andi Offset.
Indra. 2008. Sterilisasi
(http//ekmon-saurus/bab-3-Sterilisasi/html). Diakses pada tanggal 25 Maret
2017. Palu.
James, Agalloco. 2008. Validation of Pharmaceutical Processes (electronic version). Informa
Healthcare Inc. USA.
Lay, B. W. dan
Hastowo. 1982. Mikrobiologi. Rajawali
Press. Jakarta.
Lukas,
Stefanus. 2006. Formulasi Steril. Andi. Yogyakarta.
Natsir, Djide dan Sartini, 2006, Mikrobiologi Farmasi Dasar,
Universitas Hasanuddin, Makassar.
LAMPIRAN
Gambar (a) medium
NA cair saat dipanaskan pada hot plate
Komentar
Posting Komentar